Amarah Tak Diundang

Malam ini..
Ku sangka bahagia yang datang menerpa, rupanya, dia lagi yang terus mengasak, dia lagi yang terus menimpa,

Kecewa..

Kecewakah aku dengan dia?
Marahkah aku akan dia?
Mengapa acapkali bersuara, satu pun sudah cukup buat aku terasa,
Mengapa jiwa ini terlalu lemah buatnya, sehingga qalbu yang keras ini bisa tertusuk, sakitnya tak terkata,
Mampukah ia seperti dulu, kembali sembuh seperti sediakala,

Walau coretan itu tidak menggambarkan duka, hanya yang cinta mampu mengesan gejolak di jiwa,
Fahamkah dia? Terkesankah dia dengan perit yang kian merobek?

Wahai hati,
Mungkin saatnya belum hadir untukmu melonjak penuh syukur, menyeka kelopak mata yang digenangi mutiara jernih sebagai bukti bahagia itu sudah menjadi milikmu..

Ku tak mampu berbuat apa untukmu, melainkan dirimu lah yang perlu berharap kepada Sang Pemilik Hati, kerna Dia lah satunya-satunya harapan yang terus ada buatmu..

Bersabarlah,
Barangkali waktu itu masih diperlukan untuk mencintaimu,

Siapa sangka mungkin esok kebahagiaan bakal menjadi milikmu..

Wahai Tuhan, perkenankanlah, hanya di-Kau sandaran buatku yang selalu mengerti akan hamba-Mu ini. Aamiin!

—Pencinta Bayang [Aziz]

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...